Sudah 2 Minggu ini saya menglaju dari Kota Magelang ke Yogyakarta sekitar 55 km jaraknya. Lumayan lah sekitar 65 menit jalan agak “ngebut dikit”. Pingin liburan aja dan karena si-embah kangen ma “Ibnu” kecil yang baru satu tahun. Jalan yang terlewati lumayan lah belum terlalu macet banget kayak kota Jakarta, cuma beberapa tempat disekitar Mertoyudan (Magelang) dan Kota Muntilan saja yang agak tersedat. Habis itu udah bisa wes. wes lagi.

Oya ada satu lagi, jembatan utama penghubung DIY dan Magelang yang barat kayaknya  lagi mau di bongkar, gak tau kenapa? Ntar tak cari infonya. So… Jembatan yang sebelah timur djadikan 2 arah, agak kesendat juga disini. Oya satu lagi yang mungkin bikin kesenda, air hujan yang mengenagi jalan. Banyak temta yang sering tergenang klau hujan deras. Jalanan kayak jadi selokan saja.

Kok jadi beda ama judulnya, “Galian Kabel”. disepanjang jalan Magelang – Kota Tempel (Sleman) desebelah kiri jalan kalu dar arah Magelang ada pekerjaan penggalian kabel Optik. Sebenarnya saat ini yang ditanam belum kabel optisnya, baru Selang selongong (apa namanya saya lupa). Setelah itu dipasang (ditanam) baru kabelnya dimasukin dengan cara ditarik. Maklu punya pengalaman dikit narik-narik kabel optik ditengah hutan Jambi beberapa tahun yang lalu.

Kabel optik sebagai slah satu media transmisi yang efektif emang tdak bisa dihindarkan lagi untuk penghubung antar kota karena keunggulannya. Tidak hanya TELKOM saja perusahaan Telekomunikasi besar lain seperti INDOSAT dan XL juga sudah banyak mengelar kabel Optik dsepanjang jalan (diseluruh Indonesia). Ini baru tahun 2008, kayaknya makin banyak yang akan menggunakan solusi fber optik/nanam kabel d jalan-jalan. Mungkin saat ini dalam tanah sudah ada banyak serat kabel yang tertanam. Saya gak bisa membayangkan lagi 25 tahun yang akan datang, sepeti apa si dalam tanah kita. Apalagi d dalam kota yang pasti akan lebih semrawut. Jalur kabel secara khusus dimanakah dirimu nantinya…

Advertisements